mengingat kedatanganku ke mesir pertama kalinya, aku menyesal karena mesir tidak seindah yang aku banyangkan, tempat pertama aku singgah adalah cairo, dan tak seperti dugaanku, di cairo yang notabenya adalah kotabesar di dunia, tapi setelah aku sampai di cairo, banyak hal yang membuat aku mengelus dada, aku tak yakin dapat bertahan dengan keadaan seperti ini, dan aku ingin sekali langsung pulang dan kembali ke indonesia lagi, jelas donk aku mikir kalau aku pulang akan banyak orang kecewa dengan keputusanku itu, dam biaya juga tak murah untuk ongkos aku pulang.
Aku mencoba bersabar, dan aku ingat bahwa kelak aku setelah lulus dari sini akan menjadi ustadz atau guru seperti keinginanku dulu, kalau aku jadi ustadz aku harus memahami islam seluruhnya, walaupun itu sulit, dan sekarang Allah telah memberiku kesempatan untuk melakukan hal itu disini, kenapa aku tak melakukannya, dengan motivasi ini, ketakutanku akan mensir menjadi sebuah rasa syukur karena ku sekarang berada di negri para nabi.
Oleh: nam muhamad | Februari 6, 2010
mesir tidak hanya padang pasir
Ditulis dalam Uncategorized